Rabu, 09 Februari 2011

Sistem Ternak Kenari

“Om sebaiknya bagaimana kalau kenari betinanya sudah mengeram apakah jantannya dipisah atau tetap satukan” Saya sering sekali mendapatkan pertanyaan seperti diatas …. Mudah-mudahan tulisan ini bisa berguna bagi rekan-rekan yang sedang mulai beternak kenari.
Dalam beternak kenari ada 2 sistem penjodohan yaitu monogami dan poligami, monogami adalah proses penjodohan dengan system berpasangan dimana 1 jantan dan 1 betina disatukan dalam 1 kandang ternak, pasangan ini terus disatukan sampai salah satu diantara pasangan tersebut ada yang mabung atau sakit baru dipisah. Sistem poligami yaitu 1 jantan di jodohkan dengan beberapa betina cara kawin poligami bermacam-macam ada yang jantan dan betinanya disatukan sampai si betina mengeram pada saat betinanya mengeram jantannya dipisahkan dan dijodohkan dengan betina lain yang sudah siap ternak. Ada yang jantan dimasukkan ke kandang ternak ketika jantannya terlihat mengawini betinanya si jantan dipisah. Ada juga yang si jantan dimasukkan ke kandang ternak pagi hari kemudian sore harinya dipisah, ada bermacam cara untuk mengawinkan system poligami.
Kedua system (poligami maupun monogami) mempunyai keuntungan dan kerugiannya, keuntungan monogami yaitu indukan tidak diporsir, anaknya relative lebih baik karena dipelihara oleh kedua indukannya dll. Kerugiannya kurang ekonomis karena membutuhkan berpasang-pasang indukan, membutuhkan pakan dan sarana penunjang yang lebih banyak dll. Keuntungan sistem poligami lebih ekonomis 1 jantan bisa dijodohkan dengan beberapa betina, jika perawatannya betul kesehatan kenari jantan relative lebih baik karena kenari jantan tidak selamanya didalam kandang ternak setelah mengawini betinanya si jantan dipisah. Kerugian jika penangannya salah stamina jantan terporsir karena dijodohkan dengan beberapa betina, jika diporsir stamina jantan akan drop. Masih ada keuntungan dan kerugian lainnya, dalam hal ini rekan-rekan bisa menjabarkan sendiri …
Semua cara diatas dilakukan setelah si peternak mengetahui dari karakter kedua indukan, karakter kenari jantan bermacam-macam ada yang ketika dimasukkan kandang ternak langsung mengejar betinanya untuk kawin, ada jantan yang adem-ayem ketika dimasukkan ke kandang ternak cuek bebek, ada juga jantan yang kurang ajar ketika dimasukkan ke kandang ternak malah berantem dengan betinanya. Demikian juga dengan karakter kenari betina ada beberapa indukan betina ketika jantannya dipisah keluar sarang dan tidak mau mengeram, ada betina yang sedang mengeram ketika mendengar jantan berkicau keluar dari sarang.
Untuk menanggulangi semua kasus diatas kita sebagai peternak harus mendalami karakter indukan kenari yang akan diternak, dengan mengetahui karakter setiap induvidu maka penanganan setiap indukan berbeda… Penangan yang terbaik adalah menyesuaikan karakter indukannya, jika ada betina ketika dipisah dengan jantannya keluar sarang dan tidak mau mengeram berarti induk betina ini tidak bisa di poligami…. Untuk jantan yang terlihat adem ayem kalau ingin dipoligami dipisah ketika induk betinanya sudah mengeram dan penangan yang lainnya…
Demikian dulu sharingnya semoga ditahun yang baru ini ternak kenari kita bisa berkembang, kualitas indukan bisa ditingkatkan dan yang utama mari kita rubah pola hidup kita kearah yang lebih baik. Burung kenari bisa menjadi saran untuk kita berkarya, mari buktikan bahwa kita mampu berkarya… jangan hanya kalau dan kalau…..hehe……

Be the first to like this post.

3 Responses to “Sistem Ternak Kenari”


  1. 1 jaelani 19 January 2011 at 4:07 am
    Mantap om AS ulasannya, cuma belum di jelaskan untuk ternak pake sistem babuan, barangkali saja ada yang mau coba.
    trims
    Dulu waktu ternak perkutut pernah coba menggunakan babuan, cuman untuk ternak kenari belum pernah secara khusus menggunakan babuan hanya ketika ada indukan mengeram sakit dan ada kenari lain yang sedang mengeram saya coba pindah dan alhamdulillah berhasil… kalau ada yang mau sharing disini silahkan
    Wassalam
  2. 2 made parta 19 January 2011 at 3:27 am
    terima kasih ilmunya om AS..
    saya baru ternak di lokalan aja om kecil2 an, baru ada 4 kandang ternak dan 2 sudah mulai produksi, semoga bisa berhasil..
    terima kasih..
    wassalam
    Sama-sama, senang kalau tulisan saya bisa bermanfaat buat om, bukan masalah kenari lokal atau kenari impor om yang penting ada kemauan untuk mau ternak dan memperhatikan kualitas, saya rasa walaupun lokal kalau dikelola dengan baik dan patokannnya kualitas insya Allah hasilnya akan baik om…. selamat berkarya semoga ternak kenarinya bertambah maju…..
    Wassalam
  3. 3 fediyan syahputra 19 January 2011 at 1:30 am
    Hmmmmmmm mantap om ….tambah lagi ilmu kenari fediyan nih…
    emang semuanya tergantung prilaku kenari masing2 ..jd emang hrs kita amati karakter kenarinya ….
    Persis yg fediyan alami dalam permulaan ternak kenari….Namun alhamdulillah semuanya memang butuh kesabaran dan hoby yg kuat buat beternak kenari…..sekarang lagi mencoba meningkatkan materi ternaknya….Mhn doanya ya Om2 semua.
    Om tks yah walau sesibuk apapun masih sempat trs berkarya di blog yg tercinta ini.
    Maju paguyuban kenari…dan sukses sarasehan kenari Gloaster pada saatnya.
    wasalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>





Profil Pengelola Blog

Kamis, 03 Februari 2011

legenda roro jonggrang

Roro Jonggrang PDF Print E-mail

Alkisah pada zaman dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan yang sangat besar yang bernama Prambanan. Rakyat Prambanan sangat damai dan makmur di bawah kepemimpinan raja yang bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah sekitar Prambanan juga sangat tunduk dan menghormati kepemimpinan Prabu Baka.

Sementara itu di lain tempat, ada satu kerajaan yang tak kalah besarnya dengan kerajaan Prambanan, yakni kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut terkenal sangat arogan dan ingin selalu memperluas wilayah kekuasaanya. Kerajaan Pengging mempunyai seorang ksatria sakti yang bernama Bondowoso. Dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung, sehingga Bondowoso terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Selain mempunyai senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga mempunyai bala tentara berupa Jin. Bala tentara tersebut yang digunakan Bandung Bondowoso untuk membantunya untuk menyerang kerajaan lain dan memenuhi segala keinginannya.

Hingga Suatu ketika, Raja Pengging yang arogan memanggil Bandung Bondowoso. Raja Pengging itu kemudian memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Keesokan harinya Bandung Bondowoso memanggil balatentaranya yang berupa Jin untuk berkumpul, dan langsung berangkat ke Kerajaan Prambanan.

Setibanya di Prambanan, mereka langsung menyerbu masuk ke dalam istana Prambanan. Prabu Baka dan pasukannya kalang kabut, karena mereka kurang persiapan. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan, dan Prabu Baka tewas karena terkena senjata Bandung Bondowoso.

Kemenangan Bandung Bondowoso dan pasukannya disambut gembira oleh Raja Pengging. Kemudian Raja Pengging pun mengamanatkan Bandung Bondowoso untuk menempati Istana Prambanan dan mengurus segala isinya,termasuk keluarga Prabu Baka.

Pada saat Bandung Bondowoso tinggal di Istana Kerajaan Prambanan, dia melihat seorang wanita yang sangat cantik jelita. Wanita tersebut adalah Roro Jonggrang, putri dari Prabu Baka. Saat melihat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso mulai jatuh hati. Dengan tanpa berpikir panjang lagi, Bandung Bondowoso langsung memanggil dan melamar Roro Jonggrang.

“Wahai Roro Jonggrang, bersediakah seandainya dikau menjadi permaisuriku?”, Tanya Bandung Bondowoso pada Roro Jonggrang.

Mendengar pertanyaan dari Bandung Bondowoso tersebut, Roro Jonggrang hanya terdiam dan kelihatan bingung. Sebenarnya dia sangat membenci Bandung Bondowoso, karena telah membunuh ayahnya yang sangat dicintainya. Tetapi di sisi lain, Roro Jonggrang merasa takut menolak lamaran Bandung Bondowoso. Akhirnya setelah berfikir sejenak, Roro Jonggrang pun menemukan satu cara supaya Bandung Bondowoso tidak jadi menikahinya.

“Baiklah,aku menerima lamaranmu. Tetapi setelah kamu memenuhi satu syarat dariku”,jawab Roro Jonggrang.

“Apakah syaratmu itu Roro Jonggrang?”, Tanya Bandung Bandawasa.

“Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam”, Jawab Roro Jonggrang.

Mendengar syarat yang diajukan Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso pun langsung menyetujuinya. Dia merasa bahwa itu adalah syarat yang sangat mudah baginya, karena Bandung Bondowoso mempunyai balatentara Jin yang sangat banyak.

Pada malam harinya, Bandung Bandawasa mulai mengumpulkan balatentaranya. Dalam waktu sekejap, balatentara yang berupa Jin tersebut datang. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, para balatentara itu langsung membangun candi dan sumur dengan sangat cepat.

Roro Jonggrang yang menyaksikan pembangunan candi mulai gelisah dan ketakutan, karena dalam dua per tiga malam, tinggal tiga buah candi dan sebuah sumur saja yang belum mereka selesaikan.

Roro Jonggrang kemudian berpikir keras, mencari cara supaya Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannya.

Setelah berpikir keras, Roro Jonggrang akhirnya menemukan jalan keluar. Dia akan membuat suasana menjadi seperti pagi,sehingga para Jin tersebut menghentikan pembuatan candi.

Roro Jonggrang segera memanggil semua dayang-dayang yang ada di istana. Dayang-dayang tersebut diberi tugas Roro Jonggrang untuk membakar jerami, membunyikan lesung, serta menaburkan bunga yang berbau semerbak mewangi.

Mendengar perintah dari Roro Jonggrang, dayang-dayang segera membakar jerami. Tak lama kemudian langit tampak kemerah merahan, dan lesung pun mulai dibunyikan. Bau harum bunga yang disebar mulai tercium, dan ayam pun mulai berkokok.

Melihat langit memerah, bunyi lesung, dan bau harumnya bunga tersebut, maka balatentara Bandung Bondowoso mulai pergi meninggalkan pekerjaannya. Mereka pikir hari sudah mulai pagi, dan mereka pun harus pergi.

Melihat Balatentaranya pergi, Bandung Bondowoso berteriak: “Hai balatentaraku, hari belum pagi. Kembalilah untuk menyelesaikan pembangunan candi ini !!!”

Para Jin tersebut tetap pergi, dan tidak menghiraukan teriakan Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso pun merasa sangat kesal, dan akhirnya menyelesaikan pembangunan candi yang tersisa. Namun sungguh sial, belum selesai pembangunan candi tersebut, pagi sudah datang. Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat dari Roro Jonggrang.

Mengetahui kegagalan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang lalu menghampiri Bandung Bondowoso. “Kamu gagal memenuhi syarat dariku, Bandung Bondowoso”, kata Roro Jonggrang.

Mendengar kata Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso sangat marah. Dengan nada sangat keras, Bandung Bondowoso berkata: “Kau curang Roro Jonggrang. Sebenarnya engkaulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi ini. Oleh karena itu, Engkau aku kutuk menjadi arca yang ada di dalam candi yang keseribu !”

Berkat kesaktian Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang berubah menjadi arca/patung. Wujud arca tersebut hingga kini dapat disaksikan di dalam kompleks candi Prambanan, dan nama candi tersebut dikenal dengan nama candi Roro Jonggrang. Sementara candi-candi yang berada di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu atau Candi Seribu.
40. Wat Arun (Thailand)

Wat Arun adalah sebuah kuil Buddha (wat) di distrik Bangkok Yai di Bangkok, Thailand, di tepi barat Sungai Chao Phraya.
39. Wat Phra Kaew (Thailand)

dianggap sebagai candi Budha paling suci di Thailand. Terletak di pusat sejarah Bangkok (distrik Phra Nakhon), di lingkungan Grand Palace. Pembangunan kuil dimulai ketika Raja Buddha Yodfa Chulaloke (Rama I) memindahkan ibukota dari Thonburi ke Bangkok pada 1785. Tidak seperti candi lain tidak mengandung tempat tinggal bagi para rahib, melainkan hanya memiliki tinggi dihiasi bangunan suci, patung, dan pagoda
27. Forbidden City (RRC)

istana kekaisaran Cina dari Dinasti Ming ke akhir Dinasti Qing. Terletak di tengah Beijing, Cina, dan sekarang rumah Museum Istana. Selama hampir lima abad, ia menjabat sebagai rumah Kaisar dan keluarganya, serta pusat upacara dan politik dari pemerintah Cina. Sejak 1925, Kota Terlarang telah di bawah muatan Museum Istana, yang ekstensif koleksi karya seni dan artifak dibangun atas koleksi kekaisaran Ming dan dinasti Qing
Angkor Wat (Cambodia)

sebuah kompleks candi di Angkor, Kamboja, dibangun untuk raja Suryavarman II di awal abad ke-12 sebagai kuil negara dan ibu kota. Sebagai candi terbaik diawetkan di situs, ini adalah satu-satunya untuk tetap menjadi pusat keagamaan penting
21. Karnak (mesir)

terdiri dari konglomerasi besar candi hancur, kapel, tiang dan bangunan lain, terutama Candi Agung Amin dan struktur besar dimulai oleh Firaun Amenhotep III (ca. 1391-1351 SM). Terletak dekat Luxor, sekitar 500 km selatan Kairo, di Mesir. Daerah sekitar Karnak adalah Mesir kuno Ipet-isut (“Paling Dipilih Tempat”) dan tempat utama pemujaan Triad Theban dengan dewa Amun sebagai pemimpin